Dosen Biologi, Fisika dan Fisioterapi UMLA beserta para mahasiswa mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Wajik Lamongan. Desa Wajik Lamongan merupakan desa dengan luas 281 ha (2,81 km²) dengan sebagian besar masyarakat adalah bermata pencaharian sebagai petani. Para dosen dan mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Desa Wajik Drs. Sampurno.

Kepala Desa Wajik menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan mahasiswa karena sudah memberikan sumbangsih ilmu bagi masyarakat desa Wajik. Beliau sadar bahwa masyarakat sangat perlu diberikan pengetahuan, apalagi dari para kalangan akademisi. Pengetahuan yang diberikan diharapkan mampu membantu permasalahan pertanian dan kesehatan di desa Wajik.

Pada kesempatan ini para dosen memberikan penyuluhan mengenai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dengan tema Membangun masyarakat desa yang “inovatif, solutif, dan peduli kesehatan”. Penyuluhan yang diberikan meliputi permasalahan di bidang pertanian, kesehatan, maupun permasalahan yang dihadapi pada masa pandemi COVID-19.

Penanganan hama secara alami

Permasalahan di bidang pertanian salah satunya adalah serangan hama Tikus yang tidak terkendali. Dosen Biologi M. Ainul Mahbubillah memberikan penyuluhan penanganan hama secara alami dengan menggunakan predator alami. penggunaan predator alami akan lebih aman karena tidak akan menyebabkan toksisitas bagi lingkungan.

Penanganan hama serangga bisa diatasi dengan tidak memburu burung atau melakukan introduksi burung ke sekitar wilayah pertanian. Pemburuan burung dapat menyebabkan tidak stabilnya ekosistem sehingga hama serangga menjadi membludak karena tidak ada predator alaminya.

Pembuatan rumah burung hantu juga dapat membantu mengatasi mewabahnya hama tikus di wilayah pertanian. Rumah burung hantu dapat memberikan rumah bagi burung hantu karena mereka tidak dapat membuat rumah sendiri. Burung hantu dapat memakan banyak tikus per hari. Sehingga pembuatan rumah burung hantu ini akan banyak membantu petani dalam menangani hama tikus yang merupakan permasalahan utama di desa Wajik.

Permasalahan hama tikus juga dapat dilakukan dengan tidak memburu ular di sekitar lahan pertanian. Namun untuk menangani hama dengan ular memang bisa menjadi pisau bermata dua. Karena ular selain bisa membasmi hama, juga bisa menjadi sumber bahaya bagi petani. Oleh sebab itu Dosen Biologi Muhammad Badrut Tamam memberikan penyuluhan mengenai penanganan gigitan ular.

Tamam memberikan pengetahuan mengenai jenis-jenis ular yang berbisa maupun tidak. Bagaimana menangani pertolongan pertama pada gigitan ular. Pengetahuan ini penting karena jika ada kesalahan sedikit dan tidak bisa mengidentifikasi jenis-jenis ular yang telah menggigit makan akan sangat berpotensi membahayakan nyawa.

Langkah preventif deteksi dini penyakit degeneratif, minuman herbal dan latihan tandem stance pada lansia

Dosen Biologi Rofiatun Solekha dan Putri Ayu Ika memberikan materi mengenai langkah pencegahan penyakit degeneratif pada lansia. Manusia lanjut usia sangat rentan terkena penyakit degeneratif seiring menurunnya fungsi-fungsi tubuh. Penyakit degeneratif bisa memengaruhi banyak organ dan jaringan, mulai dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), tulang dan sendi, serta pembuluh darah dan jantung. Beberapa penyakit degeneratif bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, tapi ada juga yang tidak bisa disembuhkan. 

Minuman herbal dapat membantu menangani penyakit degeneratif. Penggunaan tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) dapat digunakan untuk menangani diabetes. Rofi dan Putri juga memberikan cara bagaimana membuat minuman herbal dari sambiloto sehingga masyarakat dapat dengan mudah membuat di rumah masing-masing.

Selain itu, materi mengenai Tandem Stance pada lansia dan penanganan limbah masker juga diberikan oleh dosen Fisioterapi Dimas Arya Nugraha dan Dosen Fisika Uswatun Chasanah. Materi ini dapat memberikan bantuan bagi lansia agar dapat melatih tubuh dan menghindari gerakan yang membuat tidak nyaman. Penanganan limbah masker diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menangani limbah masker karena merupakan sampah yang infeksius pada masa pandemi COVID-19.

 

Ditulis oleh:

M. Ainul Mahbubillah

Leave a Reply

Your email address will not be published.